Detak Media — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada paruh pertama tahun 2026. Kinerja positif ini didorong oleh performa penjualan uap dan listrik yang kuat.
Hingga akhir Juni 2026, PGEO melaporkan pendapatan sebesar US$ 235,03 juta, sebuah peningkatan sebesar 14,73% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat US$ 204,85 juta. Pendapatan terbesar perseroan, senilai US$ 225,72 juta, berasal dari penjualan uap dan listrik. Selain itu, perusahaan juga meraup pendapatan dari production allowance kepada pihak ketiga sebesar US$ 9,31 juta.
Meskipun beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya mengalami kenaikan 24,26% secara tahunan menjadi US$ 104,59 juta dari US$ 84,2 juta pada semester I-2025, PGEO tetap mampu membukukan laba bruto sebesar US$ 130,44 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan 8,11% dibandingkan dengan laba bruto US$ 120,65 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Laba usaha juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 4,43% menjadi US$ 114,56 juta, naik dari US$ 109,7 juta pada periode sebelumnya. Peningkatan yang paling menonjol terlihat pada laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yaitu sebesar US$ 79,62 juta. Angka ini melonjak 15,46% dibandingkan semester I-2025 yang mencapai US$ 68,96 juta.
Sejalan dengan kenaikan laba bersih, laba per saham yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami peningkatan menjadi US$ 0,0019 dari US$ 0,0017 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, hingga 30 Juni 2026, total aset PGEO mencapai US$ 2,97 miliar. Struktur aset tersebut terdiri atas total liabilitas sebesar US$ 961,18 juta dan total ekuitas sebesar US$ 2,01 miliar. Posisi keuangan yang solid ini menegaskan kemampuan PGEO untuk terus mendukung pengembangan bisnis energi panas bumi di masa mendatang.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.