Detak Media — JAKARTA – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) terus menunjukkan perkembangan bisnis yang positif melalui kinerja keuangan yang solid serta strategi pertumbuhan yang berkelanjutan. Didukung oleh fundamental bisnis yang kuat, pengembangan kapabilitas operasional, serta ekspansi jaringan ke berbagai wilayah potensial di Indonesia, perseroan terus memperluas akses masyarakat terhadap produk dan solusi yang lebih baik untuk kebutuhan rumah, hobi, dan gaya hidup.
AHI (ACES) adalah perusahaan multi-brand ritel yang menaungi AZKO, ATARU, Pendopo, dan NEKA, serta Toys Kingdom sebagai merek dari anak usaha perseroan. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) mencatatkan kinerja keuangan yang semakin solid sepanjang semester I-2026. Perseroan membukukan peningkatan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 33,3% menjadi Rp 390,3 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laba usaha meningkat 32,3% menjadi Rp 509,8 miliar.
Dari sisi pendapatan atau omzet, perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 4,5 triliun, meningkat 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini didukung oleh Same Store Sales Growth (SSSG) sebesar 2,2% secara year-on-year hingga Juni 2026, serta berbagai inisiatif strategis, termasuk program AZKO BOOM SALE dan penguatan pengalaman pelanggan melalui pendekatan omnichannel.
Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Gregory S. Widjaja menjelaskan, kinerja positif yang perseroan raih mencerminkan perkembangan bisnis yang terus bergerak ke arah yang lebih baik, sejalan dengan komitmen untuk membangun pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. “Kami akan terus berupaya menghadirkan inovasi, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengembangkan kapabilitas bisnis untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat posisi perseroan di industri ritel Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).
Saham ACES diparkir stagnan di Rp 350 pada akhir sesi I perdagangan 4 Agustus ini. Sejumlah 12,36 juta saham diperdagangkan, frekuensi 1.316 kali, dan nilai transaksi Rp 4,34 miliar. Dalam periode tahun berjalan (ytd), saham ACES anjlok 14,63%.
Secara valuasi, saham ACES lagi murah-murahnya. Mengacu aplikasi Stockbit Sekuritas, rasio price to book value (PBV) ACES di 0,94 kali atau di bawah -1 PBV standard deviation ACES 3 tahun terakhir 1,17 kali. Dan price earning ratio (PER) 7,82 kali (TTM). Juga di bawah -1 PE standard deviation ACES 3 tahun terakhir 9,45 kali.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas (Mansek) menyebutkan momentum pendapatan AHI melambat pada kuartal kedua tahun 2026 (2Q26) seiring normalisasi pertumbuhan penjualan di toko yang sama (SSSG) setelah tingginya permintaan pada periode perayaan di kuartal pertama (1Q26), meskipun kinerja kumulatif semester pertama (1H26) tetap berada dalam kisaran panduan manajemen. Margin kotor membaik setelah AHI melakukan penyesuaian harga untuk mengimbangi kenaikan biaya pengadaan, namun langkah ini belum cukup untuk meredam dampak operating leverage akibat melambatnya pendapatan, sehingga margin EBIT menjadi lebih rendah. “Secara keseluruhan, laba bersih melampaui ekspektasi, didukung oleh keuntungan selisih kurs,” kata Mansek dalam catatannya.
Broker efek tersebut merekomendasikan buy saham ACES dengan target harga Rp 450.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.