— Mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher, menyuarakan kekhawatiran mengenai strategi transfer klubnya pada bursa musim panas ini. Carragher khawatir Liverpool cenderung terobsesi mengejar pemain-pemain berlabel “nama besar” tanpa pertimbangan yang matang.

Era baru Liverpool bersama pelatih Andoni Iraola di musim 2026/2027 tampaknya akan diwarnai perburuan sayap baru. Kepergian Mohamed Salah, pemain andalan tim, mendorong The Reds untuk mencari pengganti dengan kualitas setara.

Salah satu nama yang santer dikaitkan dengan Liverpool adalah Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain. Kepindahan pemain muda tersebut tentu tidak akan datang dengan harga murah, mengingat statusnya di klub asal Prancis.

Sementara itu, Carragher menyoroti strategi transfer Manchester United yang dinilai lebih cermat. United berhasil mendatangkan pemain seperti Andrey Santos dan Youri Tielemans dengan total biaya yang tidak melebihi 85 juta poundsterling.

Carragher memuji aktivitas transfer United sembari mengungkapkan kegelisahannya terhadap Liverpool. “Hal yang mungkin saya sukai dari United musim panas ini adalah, rasanya selama bertahun-tahun mereka selalu terobsesi dengan nama-nama besar, dan saya sedikit khawatir klub saya sendiri juga melakukan hal itu,” ujar Carragher kepada podcast Football Ramble, seperti dilaporkan Mirror.

Ia melanjutkan, “Apa yang kami lakukan musim panas lalu-dan saya sudah pernah mengatakan ini, serta saya tidak begitu menyukainya-terasa seperti belanja musim panas ala Real Madrid.”

Carragher mencontohkan potensi transfer yang dianggapnya kurang strategis. “[Florian] Wirtz, [Alexander] Isak, kita akan mendatangkan [Hugo] Ekitike, striker lain seharga £80 juta padahal kita sudah punya satu seharga £125 juta. Musim panas ini semuanya tentang Barcola,” pungkasnya.