Detak Media — JAKARTA – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), entitas dari Garuda Indonesia, melakukan penguatan struktur permodalan melalui proses kuasi reorganisasi. Langkah administratif dan akuntansi ini bertujuan untuk menata kembali struktur ekuitas perusahaan dengan menghapus saldo laba negatif yang timbul dari akumulasi kerugian masa lalu.
Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, menjelaskan bahwa kuasi reorganisasi merupakan bagian integral dari upaya memperkuat fondasi keuangan perseroan. “Kuasi reorganisasi adalah bagian dari proses penguatan struktur permodalan setelah kami berhasil mencatatkan pemulihan kinerja dan profitabilitas secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Andi usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Auditorium Hanggar 4 GMF pada Selasa (28/07).
Ia menambahkan, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas keuangan GMFI untuk mendukung ekspansi bisnis dan pertumbuhan jangka panjang. Pemegang saham telah menyetujui pelaksanaan kuasi reorganisasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya.
Persetujuan tersebut mencakup dua agenda utama: pelaksanaan kuasi reorganisasi beserta pengurangan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor penuh melalui penurunan nilai nominal saham, serta perubahan Anggaran Dasar Perseroan. RUPSLB dihadiri oleh 117.160.915.458 suara, atau sekitar 93,8524235% dari total saham dengan hak suara yang sah.
Berdasarkan Laporan Keuangan Auditan Perseroan per 31 Januari 2026, saldo laba negatif GMFI tercatat sebesar USD512,9 juta. Penghapusan saldo laba negatif ini akan dilakukan melalui penggunaan agio saham sebesar USD299,6 juta, selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali sebesar USD1,1 juta, dan penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar sebesar USD212,2 juta.
Andi Fahrurrozi mengungkapkan bahwa pelaksanaan kuasi reorganisasi telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan regulator, termasuk ketentuan mengenai profitabilitas dan prospek usaha. “Perseroan berhasil membukukan laba usaha dan laba bersih selama tiga tahun berturut-turut, sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan tahunan yang telah diaudit,” katanya.
Selama periode 2023–2025, GMFI mencatat pertumbuhan kinerja yang konsisten. Pendapatan meningkat dari USD373,21 juta pada 2023 menjadi USD491,88 juta pada 2025, menunjukkan pertumbuhan 31,8%. Dalam periode yang sama, laba operasional melonjak 118,7% menjadi USD60,57 juta, sementara laba bersih tumbuh 68,4% menjadi USD33,97 juta. Tren positif ini berlanjut pada kuartal I 2026 dengan laba berjalan sebesar USD6,76 juta.
Andi menambahkan bahwa kuasi reorganisasi akan menjadi landasan penting bagi perseroan untuk mempercepat berbagai inisiatif pertumbuhan. “Dengan struktur permodalan yang lebih sehat, Perseroan memiliki ruang yang lebih besar untuk memperkuat ketahanan finansial, meningkatkan daya tarik terhadap investor dan mitra strategis, serta mendukung berbagai inisiatif ekspansi yang tengah dijalankan,” jelasnya.
Ke depan, GMFI akan berfokus pada peningkatan kualitas layanan dan produktivitas operasional, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan kapabilitas teknologi dan transformasi digital, serta ekspansi bisnis. “Kuasi reorganisasi menjadi fondasi penting bagi transformasi GMFI menuju pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan fundamental operasional yang semakin kokoh dan arah bisnis yang semakin jelas, kami optimis dapat terus mengukuhkan posisi GMFI sebagai penyedia solusi MRO terintegrasi yang berdaya saing global,” tutup Andi.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.