Detak Media — JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah meminta penjelasan dari PT Rans Entertainment Tbk (RANS) mengenai pengunduran diri Grandy Prajayakti dari jabatannya sebagai direktur perusahaan. Permintaan klarifikasi ini muncul setelah Grandy mengumumkan pengunduran dirinya tak lama setelah RANS, emiten yang terafiliasi dengan Raffi Ahmad, melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 10 Juli 2026.
Manajemen RANS, melalui Sekretaris Perusahaan Chintami Maranata Sihombing, menyatakan bahwa pengunduran diri Grandy Prajayakti didasarkan pada alasan pribadi. “Sepanjang pengetahuan perseroan, pengunduran diri tersebut merupakan keputusan pribadi Grandy Prajayakti dan tidak terdapat perselisihan dalam bentuk apapun, baik dengan perseroan, direksi, dewan komisaris, maupun pemegang saham perseroan,” ujar Chintami dalam keterbukaan informasi.
BEI juga menanyakan apakah ada pembahasan atau indikasi rencana pengunduran diri Grandy Prajayakti sejak proses IPO, termasuk saat penyusunan prospektus, pernyataan pendaftaran, hingga pencatatan saham. Chintami menegaskan bahwa tidak ada pembahasan, komunikasi, maupun indikasi mengenai rencana tersebut selama proses IPO. “Rencana dan keputusan pengunduran diri tersebut baru disampaikan oleh yang bersangkutan melalui surat pengunduran diri yang diterima perseroan pada tanggal 22 Juli 2026,” jelasnya.
Terkait penggantian posisi direktur, RANS belum memiliki rencana untuk mengangkat direktur pengganti dalam waktu dekat. Susunan direksi yang tersisa, terdiri dari satu direktur utama dan dua direktur, masih memenuhi ketentuan minimal dua anggota direksi bagi perusahaan terbuka. Tugas dan tanggung jawab Grandy Prajayakti akan didistribusikan kepada direktur lain yang menjabat.
Perseroan memastikan bahwa perubahan ini tidak akan berdampak pada keberlangsungan strategi bisnis maupun pencapaian target yang telah disampaikan saat IPO. Jika di kemudian hari perseroan memandang perlu penambahan anggota direksi, hal tersebut akan diajukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Selain itu, BEI juga meminta penjelasan mengenai status Grandy Prajayakti di entitas anak dan afiliasi RANS, termasuk PT Rans Kosmetik Indonesia (Slavina), PT Rans Nikmat Sejahtera, PT Rans Keluarga Bersama, PT Rans Boga Indonesia, dan PT Rans Olahraga Digital. Chintami mengungkapkan bahwa Grandy Prajayakti juga tidak lagi menjabat sebagai direktur di PT Rans Kosmetik Indonesia (Slavina) dan entitas anak/afiliasi lainnya. “Posisi tersebut akan diisi oleh pihak lain sesuai dengan keputusan RUPS masing-masing perusahaan,” katanya.
Perubahan ini dinyatakan tidak berdampak material terhadap proses pengambilan keputusan maupun pengelolaan entitas-entitas tersebut, serta kegiatan operasional dan tata kelola perusahaan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.