Detak.media — PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan rencana penyampaian laporan keuangan untuk semester I tahun 2026. Sekretaris Perusahaan PTBA, Eko Prayitno, menyatakan bahwa laporan keuangan tengah tahun tersebut akan melalui proses telaah terbatas oleh akuntan publik, yang dikenal sebagai ‘limited review’.
Proses ‘limited review’ ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya percepatan audit atas laporan keuangan tahunan perseroan yang akan ditutup pada 31 Desember 2026. Hal ini disampaikan Eko Prayitno dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Dalam laporan kuartal I-2026, PT Bukit Asam mencatatkan pendapatan sebesar Rp 9,92 triliun. Angka ini relatif stabil jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp 9,95 triliun pada kuartal I-2025.
Namun, terjadi peningkatan signifikan pada laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Pada tiga bulan pertama tahun ini, PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp 801,79 miliar, melonjak drastis dari Rp 391,47 miliar pada kuartal I-2025.
Manajemen PTBA sebelumnya mengemukakan bahwa perseroan berhasil mencatatkan kinerja operasional yang solid pada kuartal I-2026. Kinerja ini dicapai meskipun dihadapkan pada kondisi curah hujan yang ekstrem. Penjualan hanya mengalami penurunan 1% secara tahunan (yoy), sementara volume produksi turun 22% yoy.
Meskipun harga batu bara secara year-to-date (ytd) hingga akhir kuartal I-2026 menunjukkan perbaikan, harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 1% secara yoy.
Ikuti Detak.media
