— PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan adanya perubahan dalam struktur pengendalian perseroan. Perubahan ini terjadi seiring dengan meninggalnya Bambang Hartono, yang sebelumnya merupakan pemegang saham dari PT Dwimuria Investama Andalan (PT DIA), pemegang saham pengendali terakhir BBCA. Sekretaris Perusahaan BCA, Rudy Budiarjo, menjelaskan bahwa kejadian tersebut mengakibatkan perubahan pada susunan pemegang saham pengendali PT DIA.

Sementara itu, emiten dari Grup Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), melaporkan pertumbuhan penjualan neto sebesar 9% pada semester I-2026, mencapai Rp 65,53 triliun, naik dari Rp 59,84 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba usaha perusahaan juga meningkat 14% menjadi Rp 13,29 triliun dengan margin laba usaha sekitar 20,3%. Namun, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat turun 19% menjadi Rp 4,72 triliun dari Rp 5,84 triliun.

Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, harga emas perhiasan menunjukkan tren penurunan di beberapa pedagang emas. Di Raja Emas Indonesia, harga terpantau turun, sementara Hartadinata Abadi dan Laku Emas mencatat harga yang stabil. Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh permintaan global dari industri perhiasan, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral terkait cadangan emas.

Harga emas batangan dari Antam (ANTM), UBS, dan Galeri 24 yang dijual di Pegadaian juga dilaporkan mengalami pelemahan pada hari yang sama. Pegadaian menawarkan tiga jenis emas batangan tersebut dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Bagi investor ritel yang mencari strategi investasi sederhana dan menguntungkan, Warren Buffett, yang dijuluki ‘Oracle of Omaha’, menawarkan aturan 90/10. Strategi ini menyarankan investor untuk mengalokasikan 90% dana investasi pada reksa dana indeks S&P 500 berbiaya rendah. Sisanya, 10%, dialokasikan ke obligasi pemerintah dengan tenor jangka pendek. Pendekatan ini dirancang untuk menyederhanakan investasi di pasar modal yang sering kali dianggap rumit dan berisiko.