— Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) telah mengonfirmasi pembukaan penyelidikan disiplin luar biasa terhadap klub raksasa Catalan, Barcelona. Langkah ini diambil menyusul laporan resmi yang diajukan oleh rival mereka, Atletico Madrid, terkait dugaan pelanggaran dalam upaya perekrutan pemain Julian Alvarez.

Barcelona diketahui menjadikan Julian Alvarez sebagai target transfer utama mereka pada bursa transfer musim ini. Ketertarikan tersebut memicu spekulasi luas dan dikabarkan membuat pihak Atletico Madrid merasa gerah. Situasi ini semakin krusial mengingat Alvarez saat ini masih terikat kontrak dengan Atletico hingga musim panas tahun 2030.

Atletico Madrid secara spesifik menuduh Barcelona menjalankan kampanye negatif di media sosial yang bertujuan merusak citra dan stabilitas Alvarez di klub. Kontroversi ini dilaporkan semakin memanas, terutama selama berlangsungnya Piala Dunia 2026, ketika Alvarez sempat menyatakan bahwa kepindahan dari Atletico Madrid akan menjadi langkah terbaik untuk masa depannya dan mewujudkan impian yang telah lama ia dambakan.

Pernyataan Alvarez tersebut dianggap mengarah pada Barcelona sebagai destinasi potensialnya. Merespons hal ini, Atletico Madrid secara resmi mengajukan laporan kepada RFEF dan FIFA. Laporan tersebut menduga Barcelona telah melanggar aturan FIFA terkait perlindungan pemain, khususnya pada tahun-tahun awal kesepakatan kontrak.

Berdasarkan laporan dari Football Espana, RFEF telah memulai proses penyelidikan terhadap Barcelona. Jika terbukti bersalah, klub berjuluk Blaugrana ini berpotensi menghadapi berbagai sanksi. Hukuman yang mungkin dijatuhkan meliputi denda finansial, pengurangan poin klasemen, hingga penutupan sebagian atau seluruh fasilitas klub selama beberapa pertandingan.

Skenario terberat yang bisa dihadapi Barcelona adalah hukuman larangan mendatangkan pemain baru untuk satu atau lebih jendela transfer. Sanksi semacam ini tentu akan sangat mengganggu rencana pembangunan skuad dan strategi jangka panjang klub.

Tidak hanya klub, Julian Alvarez sendiri juga berpotensi menghadapi sanksi. Pemain yang pernah berseragam Manchester City ini bisa saja dijatuhi hukuman skorsing pertandingan. Selain itu, ia juga diwajibkan memberikan kompensasi kepada Atletico Madrid selama periode hukuman larangan bermain tersebut diterapkan.

Saat ini, Julian Alvarez tengah menikmati masa liburannya pasca membela Tim Nasional Argentina di ajang Piala Dunia 2026. Ia dijadwalkan akan kembali melapor untuk mengikuti sesi latihan pramusim bersama Atletico Madrid pada tanggal 10 Agustus mendatang.