— Federasi Sepakbola Argentina (AFA) tengah berupaya keras untuk mempertahankan Lionel Scaloni sebagai pelatih tim nasional. Namun, AFA menegaskan tidak akan menahan Scaloni jika sang pelatih memang memiliki keinginan untuk meninggalkan jabatannya.

Spekulasi mengenai masa depan Scaloni mengemuka setelah kekalahan Argentina di final Piala Dunia 2026. Kontrak Scaloni sendiri akan berakhir pada Desember 2026, dan hingga kini belum ada indikasi perpanjangan kontrak.

Kegagalan Tim Tango dalam mempertahankan gelar juara dunia diduga menjadi salah satu faktor yang membuat Scaloni mulai mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan perannya. Ia dikabarkan merasa bahwa timnas Argentina membutuhkan penyegaran dengan sosok pelatih baru.

Meski demikian, Hector Tapia, selaku presiden AFA, menyatakan bahwa Scaloni adalah sosok penting bagi masa depan timnas. Tapia meyakini Scaloni mampu membawa Argentina meraih kejayaan kembali di Piala Dunia 2030.

Tapia menekankan bahwa AFA akan menghormati keputusan Scaloni apabila ia benar-benar ingin pergi. “Rencana A, B, dan C saya adalah Scaloni. Saya ingin dia bertahan; kami semua ingin dia bertahan. Saya harus menghormati keputusannya; membiarkannya berpikir dan membuat apapun keputusan yang dirasa tepat,” ujar Tapia seperti dikutip ESPN.

Ia menambahkan, “Saya tidak bisa mempertahankannya jika dia merasa tidak punya hasrat melatih atau tidak yakin bisa sukses lagi ke depannya.”

Sejak ditunjuk sebagai pelatih interim pada tahun 2018, Scaloni telah mencatatkan diri sebagai pelatih tersukses dalam sejarah Timnas Argentina. Ia berhasil mempersembahkan tiga gelar mayor, termasuk dua Copa America dan satu Piala Dunia.